Jumat, 05 Maret 2010

Enterprise Resource Planning (ERP)

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)


Gambaran Umum ERP

Sistem informasi bersifat kompeten, terintegrasi yang mampu memberikan informasi secara komprehensif kepada manajemen untuk membuat keputusan-keputusan manajerial yang akurat sangat diperlukan untuk menunjang peningkatan proses industri manufaktur. Salah satu sistem informasi terintegrasi yang popular saat ini dalam industri manufaktur adalah ERP (Enterprise Resource Planning).

Adapun pengertian integrasi menyangkut hal-hal sebagai berikut :
• Penghubung antar berbagai aliran proses bisnis
• Teknik komunikasi
• Sinkronisasi operasi bisnis
• Kordinasi operasi bisnis

ERP berasal dari MRP II atau perencanaan sumber daya manufaktur (Manufacturing Resource Planing) yang kegiatannya mencakup: perencanaan produksi, perencanaan kapasitas (rough-cut capacity planning), penjadwalan produksi induk (MPS), perencanaan kebutuhan material (MRP), pembelian, manajemen persediaan, pengendalian aktivitas produksi, dan ukuran-ukuran kinerja.

Pengertian ERP sendiri adalah suatu paket piranti lunak (software) yang dapat memenuhi kebutuhan suatu perusahaan dalam mengintegrasikan keseluruhan aktivitasnya, dari sudut pandang proses bisnis di dalam suatu perusahaan atau organisasi tersebut.

Sistem ERP merupakan sistem informasi berorientasi akuntansi untuk mengidentifikasikan dan merencanakan sumber-sumber daya lingkup perusahaan yang dibutuhkan guna memenuhi pesanan-pesanan pelanggan secara real time dan terintegrasi. Beberapa fungsi perusahaan yang harus dilibatkan dalam suatu proses ERP guna mencapai hasil yang diharapkan dalam bisnis, meliputi : peningkatan pelayanan pelanggan, produktivitas tinggi, biaya dan inventori yang lebih rendah dan menghasilkan dasar e-commerce yang efektif.

Fungsi-fungsi perusahaan tersebut antara lain :
• Perencanaan bisnis (visi, misi, dan perencanaan strategik)
• Forecasting (peramalan)
• Proses MRP II (master planning, perencanaan produksi, pembelian, manajemen persediaan, pengendalian aktivitas, dan pengukuran kinerja manufacturing)
• Finansial (payroll, penetapan biaya produksi, hutang, piutang, harga tetap, general ledger)
• Sumber daya manusia
• Sistem informasi
• Rekayasa
• Pabrik, peralatan, dan lain-lain

Implementasi ERP, Keuntungan dan Kelemahannya

Impelementasi ERP bertujuan untuk menyatukan semua departemen/divisi dan seluruh fungsi dalam perusahaan menjadi sebuah perusahaan yang mampu dipantau melalui system terkomputerisasi dan terlayani dengan sebuah sistem yang meminimalkan biaya. Ketika akan melakukan implementasi tersebut, penting untuk dipahami bahwa aka nada efek baik yang positif maupun kurang menyenangkan bagi perusahaan dan fungsi-fungsi didalamnya. Sehingga yang terbaik dilakukan adalah merancang implementasi sebaik mungkin untuk mengurangi side effect yang kurang menguntungkan.

Implementasi ERP secara tepat akan menghasilkan peningkatan keuntungan yang signifikan, mengurangi kesalahan yang terjadi, meningkatkan kecepatan dan efisiensi serta adanya akses informasi yang lengkap. Proses re-engineering pada implementasi ERP membutuhkan keamanan, jaminan kualitas, dan pelatihan bagi karyawan perusahaan yang terlibat dalam sistem tersebut.

Keamanan pada sistem ERP dapat digambarkan sebagai piramid seperti gambar berikut :



Lapis yang paling dalam adalah sistem ERP dan lapisan yang paling luar adalah keamanan secara fisik. Pemilihan security software juga perlu diperhatikan. Software ini dapat dirancang oleh pengembang sistem ERP atau dapat pula membeli security software yang telah ada.

ERP mencakup transaksi finansial dan transaksi operasi yang penting dan sensitif dari data produksi. Oleh karena itu, keamanan sangat penting bagi sistem ERP. ERP terdiri dari beberapa aplikasi modul yang berbeda yang mendukung aktivitas yang berbeda pada perusahaan.

Adapun beberapa keuntungan dari penggunaan sistem informasi terpadu dalam konsep ERP ini antara lain :
• ERP menawarkan sistem terintegrasi di dalam perusahaan, sehingga proses dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
• ERP juga memungkinkan melakukan integrasi secara global. Halangan yang tadinya berupa perbedaan valuta, perbedaan bahasa, dan perbedaan budaya, dapat dijembatani secara otomatis, sehingga data dapat diintegrasikan.
• ERP tidak hanya dapat memadukan data dan orang, tetapi juga menghilangkan kebutuhan pemutakhiran dan pembetulan banyak sistem komputer yang terpisah.
• ERP membantu melancarkan pelaksanaan manajemen Supply Chain dengan kemampuan memadukannya

Pada umumnya, ERP dibangun sebagai sistem berbasis modul yang menangani proses manufaktur, logistic, distribusi, inventori, invoice, akuntansi perusahaan dan lain sebagainya. ERP dibagi menjadi 3 modul utama yaitu :
1. Modul Operasi
2. Modul Finansial dan akuntansi
3. Modul Sumber Daya Manusia

Ketiga modul diatas berjalan secara terpisah, sehingga perusahaan tidak harus mengimplementasikan ketiganya secara bersamaan. Namun, ketiga modul tersebut berhubungan langsung dengan satu database terpusat. Dari modul-modul tersebut, maka aktivitas penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia dapat dikontrol dengan baik dan informasi yang berhubungan dengan aktivitas tersebut dapat diperoleh dengan cepat.
Keuntungan yang bisa kita raih ketika menerapkan ERP dalam perusahaan kita beberapa diantaranya adalah:
1. Otomasi business process
Seperti proses ordering, mulai dari pencatatan order dari customer hingga proses pengiriman dan penagihan pembayaran order.
2. Single point of information
Semisal Karyawan ketika berhadapan dengan pelanggan memiliki informasi (berdasarkan historical transaksi) yang cukup untuk mendeliver kebutuhan dari pelanggannya. histori ini dapat dijadikan pegangan oleh bagian pembelian untuk melakukan perencanaan pembelian, dan seterusnya.
3. Efisiensi yang tinggi
Semisal pencapaian kepuasan pelanggan karena tingkat kecepatan pelayanan dengan otomisasi, pengurangan biaya produksi dan biaya operasional, dan lain sebagainya.
4. Sumber informasi yang cukup untuk melakukan analisa
Dengan pencatatan historical transaksi yang baik, otomatis anda tinggal menggunakan software perencanaan untuk lain sebagainya.
Kelemahan ERP antara lain.:
• Terbatasnya kustomisasi dari perangkat lunak ERP
• Sistem ERP sangat mahal
• Perekayasaan kembali proses bisnis untuk menyesuaikan dengan standar industri yang telah dideskripsikan oleh system ERP dapat menyebabkan hilangnya keuntungan kompetitif.
• ERP sering terlihat terlalu sulit untuk beradaptasi dengan alur kerja dan proses bisnis tertentu dalam beberapa organisasi
• Sistem dapat terlalu kompleks jika dibadingkan dengan kebutuhan dari pelanggan
• Data dalam sistem ERP berada dalam satu tempat. Hal tersebut dapat meningkatkan resiko kehilangan informasi jika terdapat pembobolan sistem keamanan.


Implementasi ERP di Perusahaan

Hal-hal yang harus diperhatikan agar terjadi kesesuaian antara aplikasi ERP dengan bisnis perusahaan, antara lain:
1. Knowledge dan Experience
2. Selection Methodology
3. Analisa Business Strategy
4. Analisa People
5. Analisa Infrastruktur
6. Analisa Software

Beberapa vendor produk ERP yang banyak diminati di dunia bisnis, yaitu: SAP, ORACLE, JD.Edwards, PeopleSoft dan Baan. Berikut ini adalah gambaran umum mengenai filosofi dasar serta karakteristik khas dari beberapa produk ERP yang terkemuka saat ini:
1. SAP
SAP adalah merupakan salah satu software ERP (Enterprise Structure) terkemuka dunia yang sekarang ini sedang banyak diimplementasikan oleh perusahaan-perusahaan di Asia. Di Indonesia sendiri, sudah banyak perusahaan-perusahaan besar dan menengah yang sudah berhasil mengimplementasikan SAP untuk mendukung proses bisnisnya. Memang harga untuk mendapatkan suatu ERP dunia juga harus dibayar mahal baik dari segi licensenya, konsultan IT, dan juga SDM yang masih langka.
SAP terdiri dari modul-modul aplikasi sebagai berikut :
• SD-Sales & Distribution:
Membantu meningkatkan efisiensi kegiatan operasional berkaitan dengan proses pengelolaan customer order (proses sales, shipping dan billing)
• MM-Materials Management:
Membantu menjalankan proses pembelian (procurement) dan pengelolaan inventory
• PP-Production Planning:
Membantu proses perencanaan dan kontrol daripada kegiatan produksi (manufacturing) suatu perusahaan.
• QM-Quality Management:
Membantu men-cek kualitas proses-proses di keseluruhan rantai logistik
• PM-Plant Maintenance:
Suatu solusi untuk proses administrasi dan perbaikan sistem secara teknis
• HR-Human Resources Management:
Mengintegrasikan proses-proses HR mulai dari aplikasi pendaftaran, administrasi pegawai, management waktu, pembiayaan untuk perjalanan, sampai ke proses pembayaran gaji pegawai
• FI-Financial Accounting:
Mencakup standard accounting cash management (treasury), general ledger dan konsolidasi untuk tujuan financial reporting.
• CO-Controlling:
Mencakup cost accounting, mulai dari cost center accounting, cost element accounting, dan analisa profitabilitas
• Management:
Membantu pengelolaan atas keseluruhan fixed assets, meliputi proses asset accounting tradisional dan technical assets management, sampai ke investment controlling
• PS-Project System:
Mengintegrasikan keseluruhan proses perencanaan project, pengerjaan dan kontrol.

Dampak Integrasi
Dengan mengimplementasikan SAP di suatu organisasi akan mengintegrasikan sistem yang berakibat:
• Perubahan yang dilakukan pada satu modul secara otomatis akan mengupdate modul yang lainnya bila informasi yang dirubah berkaitan dengan modul tersebut. Data akan terupdate secara langsung begitu user menginput data ke dalam sistem. Hal ini yang dikenal dengan istilah “real-time processing”
• Integrasi secara sistem bisa terjadi dengan syarat bahwa seluruh perusahaan harus menggunakan satu sumber data yang sama, baik untuk data customer, data product maupun data vendor.
• Transparansi data - Semua user yang mempunyai akses ke sistem akan dapat melihat semua informasi yang paling up-to-date setiap saat diperlukan walaupun informasi tersebut di-input oleh user lainpun.
Parameter Integrasi
• Suatu karakteristik utama yang menandakan suksesnya integrasi informasi dalam suatu perusahaan adalah bahwa segala informasi hanya perlu di input satu kali saja pada sistem.
• Sistem SAP memungkinkan hal ini terjadi dengan mentransfer/mengcopy informasi yang sudah di-input pada satu dokumen ke dokumen lainnya sehingga mengurangi pekerjaan input data dan sekaligus mengupdate semua dokumen yang berkaitan dengan rangkaian proses tertentu.
Contoh Produk SAP :
SAP ECC 6.0 nama lamanya R/3), SAP CRM 5.0, mySAP Business Suite, mySAP All in one, SAP Business one dll.

2. ORACLE
Oracle adalah relational database management system (RDBMS) untuk mengelola informasi secara terbuka, komprehensif dan terintegrasi. Oracle Server menyediakan solusi yang efisien dan efektif karena kemampuannya dalam hal sebagai berikut :
• Dapat bekerja di lingkungan client/server (pemrosesan tersebar)
• Menangani manajemen space dan basis data yang besar
• Mendukung akses data secara simultan
• Performansi pemrosesan transaksi yang tinggi
• Menjamin ketersediaan yang terkontrol
• Lingkungan yang terreplikasi

Kelebihan Oracle

 Cluster Technology Oracle bisa membuat 100 NODE Server
bekerja bersama sebagai 100 Aktif Server. Inilah konsep High Availabilty & High Reliability Oracle, yang di adopsi dari Technology Super Computer atau MainFrame computer.
 Oracle Database 10g Express Edition bisa dipakai oleh siapa aja, tidak ada ada pembatasan, baik novices, DBA, developer, sistem analis, atau bisnis
berskala kecil.
 Scalability, memiliki kemampuan menangani banyak user yang melakukan koneksi secara bersamaan tanpa berkurangnya performance.
 Reliability, memiliki kemampuan untuk melindungi data dari kerusakan jika terjadi kegagalan fungsi pada sistem seperti disk failure.
 Serviceability, memiliki kemampuan untuk mendeteksi masalah, kecepatan dalam mengkoreksi kesalahan, dan kemampuan melakukan konfigurasi ulang struktur data.
 Stability, memiliki kemampuan untuk crash karena beban load yang tinggi. Hal ini berkaitan dengan scability.
 Availability, yaitu kemampuan dalam penanganan crash atau failure agar service dapat tetap yaitu kemampuan dalam penanganan crash atau failure agar service dapat tetap berjalan.
 Multiplatform, dapat digunakan pada banyak sistem operasi seperti seperti windows, unix, linux, dan solaris.
 Mendukung data yang sangat besar, Oracle dapat menampung data hampir 512 pet byte (1 pet byte = 1.000.000 gigabyte).
 Sistem sekuriti yang cukup handal
 Dapat menampung hampir semua tipe data seperti data teks, image, sound, video, dan time series
 Dapat bekerja di lingkungan client/server (pemrosesan tersebar),Menangani manajemen space dan basis data yang besar, Mendukung akses data secara simultan, Performansi pemrosesan transaksi yang tinggi, Menjamin ketersediaan yang terkontrol, Lingkungan yang terreplikasi.
 Oracle adalah aplikasi database yang pertama kali mengadopsi SQL (structure query language) yang menjadi standar bahasa bagi berbagai DBMS (data base management system) modern

Kelemahan Oracle
 Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, namun banyak orang memiliki kesan yang negatif terhadap Oracle. Keluhan-keluhan yang mereka lontarkan mengenai Oracle antara lain adalah terlalu sulit untuk digunakan, terlalu lambat, terlalu mahal, dan bahkan Oracle dijuluki dengan istilah "ora kelar-kelar" yang berarti "tidak selesai-selesai" dalam bahasa Jawa. Jika dibandingkan dengan MySQL yang bersifat gratis, maka Oracle lebih terlihat tidak kompetitif karena berjalan lebih lambat daripada MySQL meskipun harganya sangat mahal.
 Oracle merupakan DBMS yang dirancang khusus untuk organisasi berukuran besar, bukan untuk ukuran kecil dan menengah.
Contoh produk Oracle :
Oracle Database 10g Express Edition, Database 11g Enterprise Edition , PL/SQL, DB2, produk-produk nondatabase-server seperti application server (WebDB, OAS), development tools (Oracle Developer, Oracle Designer), dan application suite (Oracle Apps), oracle9i dll.





3. Microsoft
Kelebihan Microsoft
 Produk microsoft cukup mudah penggunanya melebihi pengguna linux atau pun mac,
 Produk microsoft mudah untuk dibobol maka itu Calker (calon hacker) bisa belajar buat ngehack OS.
 Microsoft punya tampilan yang lebih mudah dimengerti
 Banyak aplikasi costumize khusus buat theme nya windows
Kelemahan Microsoft
 Technology Cluster Server Microsoft SQL Server hanya mampu membuat 1 Server aktif, sedangkan yang lain hanya Pasif atau Standby saja ( sekalipun ada 100 server )

Contoh Produk Microsoft :
Vista, XP, Office, Notepad, NT, XP, Win 95,96,97,98, Win ME dll.

Implementasi ERP SAP di PT. Belfoods, Bogor

Belfoods merupakan salah satu produsen makanan cepat saji, anak perusahaan dari Group Cipta Kreasi Widya Usaha (CKWU). Belfoods menerapkan ERP dengan tujuan untuk membangun sistem informasi yang terintegrasi pada semua anak perusahaannya.

Sebelum diterapkan ERP, Belfoods membutuhkan waktu satu hingga dua bulan untuk mempersiapkan laporan yang dibutuhkan oleh para eksekutif perusahaan4. Pada akhirnya data ini menjadi informasi yang terlambat, karena tidak dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pada proses produksi, selain itu keakuratan data juga tidak terjamin.

Setelah memilih beberapa vendor dan menimbang keuntungan kerugian dari masing-masing vendor, Belfoods memilih IBM yang bekerja sama dengan SAP untuk penerapan ERP pada perusahaannya. Masalah yang dihadapi Belfoods dalam proses implementasi ini antara lain adalah kendala lokasi pabrik yang sering mendapatkan pemadaman bergilir, sehingga ia harus menyediakan banyak UPS untuk menjaga kestabilan sistem. Selain itu, perubahan yang dihadapi karyawan juga menjadi salah satu masalah yang harus dihadapi. Dalam masa awal implementasi, Belfoods masih menjalankan dua sistem, yaitu sistem lama dan ERP. Lambat laun, sistem lama ditinggalkan dan murni menjalankan ERP saja. Salah satu benefit yang dirasakan oleh perusahaan adalah proses pembelian yang semakin terkendali. Namun, hal ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Penerapan ERP Pada PT. Garuda Food, Jakarta
PT.Garuda Food Indonesia yang merupakan anak perusahaan Tudung Group.yang memproduksi makanan dan minuman. Perusahaan ini berskala nasional dalam memperkejakan 19.000 karyawan. Untuk memudahkan proses data dari menelusuri status penjualan, persediaan, pengiriman, dan pembuatan faktur, serta perkiraan bahan baku dan kebutuhan sumber daya manusia Garuda Food Indonesia mengimplemantasikan ERP untuk proses dalam kegiatan perusahaan.
Garuda Food memakai sistem ERP bertujuan untuk mengintegrasikan dan mengoptomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan. ERP berkembang dari manufacturing resource planning (MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari material requirement planning (MRP) yang berkembang sebelumnya.
Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan, pengapalan, invoice dan akunting perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber dayamanusia. ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce, Costumer Relationship Management (CRM), e-Government dan lain-lain.
Garuda Food merupakan perusahaan besar yang telah menjadi produsen makanan dan minuman di Indonesia. Maka Garuda Food membuka cabang-cabang di daerah-daerah untuk memudahkan pengiriman atau melakukan pemasaran di daerah tertentu. Oleh sebab itu Garuda Food melakukan hubungan ERP yang di setiap cabangnya telah menerapkan sistem ERP.
Pada prinsipnya, dengan sistem ERP Garuda Food dapat dijalankan secara optimal dan dapat mengurangi biaya-biaya operasional yang tidak efisien seperti biaya inventory (slow moving part, dll.), biaya kerugian akibat ‘achine fault dll. Dinegara-negara maju yang sudah didukung oleh infrastruktur yang memadaipun, mereka sudah dapat menerapkan konsep JIT (Just-In-Time). Di sini, segala sumberdaya untuk produksi benar-benar disediakan hanya pada saat diperlukan (fast moving). Termasuk juga penyedian suku cadang untuk maintenance, jadwal perbaikan (service) untuk mencegah terjadinya machine fault, inventory, dsb.
Garuda Food memerlukan efisiensi dan komputerisasi dari segi penjualan, maka ada tambahan bagi konsep ERP yang bernama Sales Force Automation (SFA). Sistem ini merupakan suatu bagian penting dari suatu rantai pengadaan (Supply Chain) ERP. Pada dasarnya, Sales yang dilengkapi dengan SFA dapat bekerja lebih efisien karena semua informasi mengenai suatu pelanggan atau produk yang dipasarkan ada di databasenya.
Garuda Food bersifat assemble-to-order atau make-to-order, sistem ERP dapat juga dilengkapi dengan Sales Configuration System (SCS). Dengan SCS, Sales dapat memberikan penawaran serta proposal yang dilengkapi dengan gambar, spesifikasi, harga berdasarkan keinginan/pesanan pelanggan.

Implementasi ERP ORACLE di Perusahaan Perhiasan Emas Matahari Terbit, Bandung Selatan

Matahari Terbit berawal dari sebuah toko emas kecil dengan 20 karyawan di Bandung. Usaha keluarga ini berdiri sejak tahun 1958. Saat ini Matahari Terbit telah memiliki 500 orang karyawan, dan usahanya telah berkembang sampai ke mancanegara. Matahari Terbit mampu memberikan kontribusi ekspor emas sebesar 15-20% dari omsetnya sampai ke Dubai, Malaysia, Singapura, USA dan Hongkong. Sedangkan di Indonesia, produk perhiasan Matahari Terbit banyak dipesan oleh toko-toko emas di Jakarta, Surabaya, dan Semarang.

Selama sepuluh tahun terakhir sejak tahun 2000 sampai awal 2009, Matahari Terbit mengalami pasang surut. Sistem informasi yang digunakan usaha ini pada saat itu adalah home made software. Terdapat beberapa kendala yang cukup kompleks dengan sistem tersebut, diantaranya repotnya dalam membuat laporan profit, costing per product dan lain-lain, tidak tercapainya akurasi data dan not just in time.

Kesulitan pada integrasi sistem dan data yang dihadapi oleh Matahari Terbit, sehingga mendorong perusahaan tersebut untuk mencari solusi melalui ERP. Setelah melalui tahap hunting dan penyeleksian dari beberapa merk ERP, dan sampai pada kesepakatan untuk mengimplementasikan ERP Oracle e-Business Suite Release 12 melalui PT. Mitra Integrasi Informatika yang merupakan anak perusahaan dari kelompok usaha METRODATA dan selama 8 tahun telah berhasil mengimplementasikan sistem tersebut pada berbagai industri serta memiliki konsultan-konsultan yang handal dan tersertifikasi. Modul yang digunakan adalah modul Financials dan Accounting, Inventory Management, Order Management (sales), Purchasing dan Discreate Manufacturing. Diketahui bahwa ERP Oracle telah teruji secara global, khususnya bagi industry manufacturing. Sistem tersebut dapat diimplementasikan dalam jangka waktu yang cepat, dari segi harga serta pengaplikasiannya bersifat lebih fleksibel.

Berkat kerjasama yang baik antara pihak Oracle, MII dan Matahari Terbit, solusi dari permasalah yang dihadapi Matahari Terbit dapat teratasi dalam waktu yang relative singkat dan on schedule seperti yang diharapkan. Dimulai dari proses Capture bisnis, blue print sampai go live termasuk pelatihan yang intensif. Dapat dikatakan implementasi Oracle pada perusahaan tersebut hampir 100% tepat dan sesuai yang diinginkan.

Kondisi yang terjadi sebelum dan setelah perusahaan emas Matahari Terbit mengimplementasikan ERP Oracle e-Business Suite Release 12 :
Kondisi sebelum
• Sistem tidak terintegrasi
• Kecepatan dan akurasi data lemah
• Sering terjadi ketidak sesuaian data barang yang terjual dengan catatan atau bukti yang ada
• Masih ada pengolahan data dengan manual
Kondisi sesudah
• Sistem terintegrasi
• Data yang diproses lebih cepat dan akurat
• Laporan harian maupun bulanan dapat diketahui dengan cepat
• Request order dapat dilakukan tepat waktu (just in time)

Matahari Terbit kini terus berupaya memaksimalkan penggunaan aplikasi ERP yang baru. Bahkan Matahari Terbit kini mampu membuat strategi-strategi baru seperti membuat analisa sendiri berdasarkan data dari aplikasi ERP tersebut.





















BUSINESS INTELLIGENCE (BI)


Gambaran Umum Business Intelligence (BI)

Business Intelligence adalah rangkaian aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menyuguhkan akses data untuk membantu petinggi perusahaan dalam mengambil keputusan. Jargon Business Intelligent pertama kali dituturkan oleh Howard Dresner dari lembaga riset Gartner Group pada tahun 1989.

Business Intelligent atau BI biasanya mengekstrak data dari beragam sumber, misalnya dari Customer Relation Ship (CRM), Supply Chain Management (SCM), dan Enterprise Resource Planning (ERP), atau lainnya.

BI merupakan sistem dasar bagi hampir seluruh kondisi yang melibatkan pembuatan keputusan bisnis dan formulasi strategi. BI dikategorikan sebagai aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis dan menyediakan akses ke data guna membantu penggunanya mengambil keputusan bisnis secara lebih baik. Aplikasi ini mencakup aktivitas sistem pendukung keputusan, query, reporting, online analytical processing (OLAP), statistical analysis, forecasting, dan data mining. Dapat dikatakan BI dibutuhkan untuk proses bisnis dan mengubah data mentah menjadi informasi pendukung bagi perusahaan dalam mengambil keputusan. Sehingga dengan mengaplikasikan BI, perusahaan lebih sigap dan percaya diri dalam menghadapi tantangan bisnis yang tanpa henti dan perubahan yang kerap terjadi pada dunia bisnis.

Manfaat dan Karaktiristik BI

Manfaat BI dilihat dari 4 segi :
• Keuntungan
Bagi perusahaan yang telah mengimplementasikan BI, dapat mampu menuai keuntungan dari aplikasi tersebut. Aplikasi BI memberi nilai bagi peningkatan pelayanan dan kepuasan terhadap pelanggan.
Aplikasi BI rata-rata diklaim para vendornya dapat membantu perusahaan mendapatkan angka ROI (Return On Investment) yang impresif. Dimana BI berguna untuk mencari ide-ide penghematan biaya, membuka peluang bisnis baru, mengolah data ERP menjadi laporan yang bias diakses, cepat merespon peritel dan mengoptimalkan harga.


• Melacak Produk
Di beberapa perusahaan, BI juga dimanfaatkan untuk mengelola inventori, seperti yang dilakukan TruServ. Perusahaan ritel alat-alat petukangan dan rumah tangga ini menggunakan piranti BI buatan Business Objects untuk mencari produk-produk yang sudah tersimpan di salah satu dari ke-14 gudangnya lebih dari 120 hari. Perusahaan ini mengumpankan informasi tersebut ke dalam piranti lunak supply chain buatan JDA Software Group, yang kemudian menarik produk ini dari pusat distribusi dan menjualnya ke toko-toko dengan harga lebih rendah.
• Pangsa pasar
Salah satu cara efektif meraih keuntungan dan pasar yang tetap stabil adalah dengan melebarkan pangsa pasar perusahaan. Di tengah persaingan bisnis dan semakin merebaknya pebisnis baru, sistem monopoli pun semakin memudar. Strategi para pebisnis adalah memangkas harga dengan tujuan mengalihkan perhatian para pelanggan. Kondisi tersebut dapat diantisipasi oleh BI, dengan mempertahankan kondisi keuangan tetap stabil, peluang untuk tetap survive dan mampu bereaksi dengan cepat serta mengambil keputusan yang lebih baik dalam mempertahankan pangsa pasar.
• Pengambilan keputusan
 BI mudah dalam mengakses data
 Piranti lunak BI sangat mempengaruhi proses negosiasi
 BI memudahkan kuantifikasi nilai hubungan dengan pemasok maupun pelanggan utama
 BI dapat membantu perusahaan membuat keputusan secara cepat dan berani, seringkali, evaluasi berbagai peluang pertumbuhan didasarkan pada feeling, estimasi dan asumsi. Karena untuk memperoleh data yang pasti terlalu mahal dan memakan waktu,

Sistem BI yang efektif, setidaknya memiliki empat karakteristik, yakni:

1. Tujuan utama
Seluruh sistem komputer memiliki tujuan utama bagi seluruh pengguna sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna. Misalnya, perbandingan dengan sistem accounting. Sistem ini memiliki satu tujuan utama, yakni menyajikan laporan keuntungan dan kerugian serta neraca keseimbangan. Sementara itu tujuan utama BI adalah menyuguhkan beragam informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pengguna yang jelas berbeda. Semisal, direktur keuangan memiliki kebutuhan informasi yang berbeda dengan marketing atau operasional. Namun semuanya memiliki satu tujuan yang seragam, yakni menggapai tujuan bisnis dari perusahaan.


2. Ketersediaan data yang relevan
Poin inilah yang mungkin menjadi hal terpenting dalam sistem BI yang efektif. Sebagai contoh, divisi penjualan terkadang menunda pengiriman barang yang telah dipesan oleh pelanggan karena suatu alasan. Sementara itu, divisi lain baru mengetahui ada masalah penundaan pengiriman barang, lama setelah hal itu terjadi. Tentu saja divisi lain tidak perlu tahu seluruh detail dari penundaan pengiriman barang tersebut. Namun, divisi lain harus tahu informasi tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka sebagai dasar pembuatan keputusan atas masalah tersebut. Dalam situasi seperti ini, pembuat keputusan kerap hanya berbekal informasi yang tidak lengkap atau bahkan yang tidak sebenarnya. Namun dengan dukungan BI, ketersediaan data yang relevan akan mampu disuguhkan.

3. Kemampuan utama BI di antaranya:
Pertama, memberi kemudahan akses informasi terbaru dari bisnis yang berjalan dan peluang yang diproyeksikan. Sejak 40 tahun silam, komputer telah menjadi urat nadi para pebisnis. Sayangnya, beberapa pebisnis tidak dapat mengakses informasi yang mereka butuhkan untuk memahami kondisi bisnis mereka yang sebenarnya. Kebanyakan sistem komputer hanya menyajikan informasi performa bisnis secara dangkal dan melupakan pemahaman informasi yang lebih dalam.

Di sisi lain, sistem BI yang efektif dirancang untuk mengumpulkan informasi yang relevan dan dibutuhkan terkait status bisnis yang berjalan. Informasi tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan proyeksi bisnis untuk diproses. Pemahaman yang lebih mendalam dari informasi itulah yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Fungsionalitas merupakan kunci dari karakteristik sistem BI yang meliputi beragam informasi yang tidak hanya terbatas di bidang keuangan, tetapi juga meliputi kapasitas produksi, kualitas produk, hubungan dengan pelanggan, sudut pandang pasar, serta lainnya yang relevan dengan pemahaman yang lebih mendalam untuk memandu arah pada keuntungan bisnis.

Kedua, kapabilitas untuk melakukan analisis dan memenuhi permintaan pengguna. Aktivitas bisnis dan fungsi yang berbeda membutuhkan pengetahuan dan informasi yang dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Sebagai contoh, ketika direktur keuangan dan SDM berdebat soal laporan keuangan yang menunjukkan penurunan keuntungan perusahaan dan melesetnya proyeksi bisnis. Respon spontan mereka mungkin berbeda. Direktur keuangan akan menelusuri area bisnis mana yang performanya rendah dan akan memotong biaya terkait. Sementara itu, direktur SDM akan mencari tahu alasan di balik lebih rendahnya performa karyawan dari standar yang diterapkan. Apakah disebabkan menurunnya semangat kerja, training yang amburadul, persaingan antarkaryawan yang tak sehat atau alasan lainnya.
Kedua direktur itu tak hanya berbeda sudut pandang, tetapi juga memiliki kebutuhan informasi yang berbeda. Sistem BI yang efektif harus menyuguhkan analisa dan pemenuhan permintaan pengguna. Bisnis yang sukses membutuhkan wawasan dan pemahaman mendalam bagi seluruh penggunanya dan BI harus mendukung kebutuhan informasi bagi semua orang. Data intinya memang sama, tetapi pemahaman dan interpretasi yang mendalam akan sangat bervariasi sesuai kebutuhan tiap divisi.

4. strukur pendukung
Struktur pendukung di sini tak hanya didominasi sistem komputer. Bagi BI, struktur pendukung tak hanya hardware dan software komputer, tetapi suatu proses yang memungkinkan Anda membuat keputusan yang lebih baik serta merumuskan strategi yang lebih mumpuni untuk menyokong misi dan tujuan bisnis.

Struktur pendukung ini tak hanya menyediakan training, tetapi juga memastikan pengumpulan informasi dan menempatkannya ke sistem penyimpanan BI. Informasi tersebut itulah yang akan dipakai pada saat sekarang dan bukan sekadar file sejarah bisnis.

Pemasangan software ke dalam komputer tak akan menghasilkan sistem BI yang efektif kecuali sekadar mempermanis performa komputer. Hanya ketika informasi yang disimpan ke lokasi penyimpanan BI digunakan sebagai bagian proses manajemen, muncullah manfaat yang sesungguhnya.

Hubungan ERP dan BI di Dunia Bisnis

Sampai saat ini software aplikasi dalam dunia industri yang paling maju dan berkembang adalah ERP (Enterprise Resource Planning). Hal tersebut tidaklah mengherankan karena ERP telah mencakup keseluruhan organisasi, dan meliputi semua aktivitas atau proses bisnis dalam organisasi. Tetapi untuk orang-orang yang berkecimpung dalam dunia Sistem Informasi (SI), akan mudah belajar untuk menciptakan aplikasi-aplikasi lain yang akan memberikan keuntungan-keuntungan baru pada dunia industri. Bila kita ikuti trend perkembangan software IS/ES -dari MRP I, MRP II, hingga ERP titik berat perkembangannya adalah pada otomasi proses bisnis.

Perkembangan software aplikasi ERP, titik berat perkembangannya adalah pada otomasi proses bisnis. Bila kita bicara mengenai kelemahan ERP, adalah ERP hanya bicara mengenai efisiensi yaitu : penghematan biaya, penghematan waktu, penghematan inventory, dan lain sebagainya. Namun kurang memperhatikan tentang hal efektivitas. Dalam persaingan global ini muncul pemikiran-pemikiran yang lebih mengutamakan efektivitas di dunia SI, misalnya seperti CRM (Customer Relationship Management).
Di era persaingan global ini, tuntutan untuk "do the right thing" jauh lebih besar dan lebih sulit untuk dilakukan dibandingkan dengan "do things right". Percuma bicara efisiensi distribusi bila ternyata yang kita produksi tidak laku karena modelnya tidak disukai pasar. Percuma bicara penghematan waktu dan biaya di shop floor bila pesaing kita melakukan outsourcing produksi dan mereka tetap tidak kehilangan competitive edge.

Karena itulah muncul topik-topik seperti CRM dan SCM yang populer belakangan
ini. Di dunia IS/ES kita mengenal satu software yang sedang banyak
dibicarakan, yaitu Business Intelligence Software (BI). BI telah banyak digunakan oleh organisasi-organisasi dalam mengelola data dan informasi sampai dengan dukungan pengambilan keputusan. Secara ringkas, BI dapat diartikan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari hasil analisis data yang diperoleh dari kegiatan atau usaha suatu organisasi. BI biasanya dikaitkan dengan upaya untuk memaksimalkan kinerja suatu organisasi.
Pada prakteknya, BI akan berfungsi sebagai analis, penghitung scorecard, sekaligus memberikan rekomendasi pada pengguna terhadap tindakan yang sebaiknya diambil. Dengan menjalankan fungsi dashboard, pengguna BI akan cepat mengenali penyimpangan-penyimpangan pada perusahaan sekaligus dengan penyebabnya sebelum hal tersebut berkembang menjadi masalah yang serius. Oleh sebab itu BI disebut juga dengan dashboard.

User BI akan mengenali potensi ketidakberesan pada perusahaan sekaligus dengan penyebabnya sebelum hal tersebut berkembang menjadi masalah yang besar. BI akan berfungsi memberikan advance alarm, memberikan informasi trend dan melakukan benchmark. Jadi kenapa perusahaan harus mengadopsi dashboard?
Terdapat 7 keunggulan BI yang dapat memberikan value terhadap perusahaan, yaitu:
1. Konsolidasi informasi
Dengan BI dijalankan di dalam perusahaan, data akan diolah dalam satu
platform dan disebarkan dalam bentuk informasi yang berguna (meaningful) ke
seluruh organisasi. Dengan ketiadaan information assymmetry, kolaborasi dan
konsolidasi di dalam perusahaan dapat diperkuat. Dengan konsolidasi, maka
dapat dimungkinkan pembuatan cross-functional dan corporate-wide reports.
Meskipun harus diakui, benefit ini juga mampu disediakan oleh software ERP.
2. In-depth reporting
Software Business Process Management (BPM) memang mampu memberikan report
dan analisis, namun cukup sederhana dan hanya bertolak pada kondisi intern.
Sedangkan BI mampu menyediakan informasi untuk isu-isu bisnis yang lebih
besar pada level strategis.
3. Customized Graphic User Interface (GUI)
Beberapa ERP memang berusaha membuat tampilan GUI yang user friendly, namun
BI melangkah lebih jauh dengan menyediakan fasilitas kustomisasi GUI.
Sehingga tampilan GUI jauh dari kesan teknis dan memberikan view of business
sesuai dengan keinginan masing-masing user.
4. Sedikit masalah teknis
Pertama, sifatnya yang user friendly meminimasi kemungkinan operating error dari user, dan kedua, BI hanya merupakan software pada layer teratas (information processing) dan bukan business process management.
5. Biaya pengadaan rendah
Karena BI hanya software yang bekerja pada layer teratas dari pengolahan
informasi, harga software-nya tidak semahal ERP. Biaya pengadaannya pun
menjadi lebih murah dibandingkan ERP.
6. Flexible databank
BI membuka kemungkinan untuk berkolaborasi dengan ERP sebagai pemasok databank yang akan diolah menjadi reports dan scorecard, namun BI juga dapat bekerja dari databank yang dibuat terpisah. BI pun menjadi terbuka untuk digunakan oleh analis profesional dan peneliti, yang data olahannya bersifat sekunder.
7. Responsiveness
Sifat dashboard (BI) lain yang tidak dimiliki oleh ERP adalah dalam hal
kecepatan (responsiveness). Misalnya pada penghitungan service level sebagai
salah satu Key Performance Indicator (KPI). Fungsi dashboard akan memberikan
peringatan kepada user sebelum batas bawah dalam service level (lower limit)
terlampaui. Akibatnya masalah bisa ditangani sebelum benar-benar muncul ke
permukaan. Salah satu contoh pada industri kesehatan, penggunaan BI berjasa
mencegah penyebaran suatu penyakit/wabah secara luas (outbreak).
Nama-nama vendor BI memang masih asing di Indonesia. Beberapa nama yang
terkemuka antara lain Business Object, Cognos, Hyperion, MicroStrategy, SAS
dan Bowstreet.

Di Amerika Utara dan Eropa, saat ini kustomer BI telah tersebar luas pada sektor industri-industri terbesar seperti bank, airline, energi, elektronik, kesehatan, agrikultur. Vendor-vendor BI juga telah berkolaborasi dengan vendor-vendor lain seperti Supply-Chain, Operating System (Windows, Unix, Linux), dan software BPM seperti SAP, Oracle, IBM dan EMC. Kolaborasi ini menyebabkan kustomer yang mengimplementasikan BI tidak memiliki kesulitan dalam hal integrasi dengan sistem yang selama ini ada di organisasi mereka.

Sedangkan tujuan diterapkannya BI adalah untuk mengurangi volume data agar menjadi informasi yang berguna seperti profile customer, kebiasaan berbelanja, tingkat profitabilitas produk, dan strategi kompetitif. Seringkali ini dilakukan dengan menggunakan analisis tingkat lanjut untuk "menggali" volume data agar mendapat hubungan dan wawasan penting dalam data. Dengan BI data diringkas menjadi laporan untuk berbagi informasi dengan orang di dalam dan di luar organisasi.
Implementasi BI pada PT. Semen Cibinong Indonesia

PT Semen Cibinong, salah satu produsen semen terbesar di Indonesia dengan jaringan ritel lebih dari 5.000 buah di pulau Jawa memanfaatkan piranti BI buatan Microsoft untuk mengetahui berapa jumlah kehilangan pelanggan dan berapa pelanggan baru yang berhasil digaet bulan ini. Informasi ini tidak sekedar ditampilkan secara umum, namun juga bisa dirinci berdasarkan wilayah teritorinya. Data yang digunakan untuk menghasilkan informasi ini berasal dari sistem ERP, sementara untuk mendukung sistem informasi bagi karyawan dan sistem pengambilan keputusan eksekutif, produsen semen yang memiliki pabrik di Cibinong dan Cilacap ini memanfaatkan Microsoft SQL Server 2000 dan VisualStudio.NET. Untuk membuat laporan digunakan add-on Reporting Services. Implementasi BI di Semen Cibinong pun relatif mudah dan tidak memakan banyak waktu. Selain memantau pelanggan baru dan yang hilang, Semen Cibinong juga memanfaatkan solusi BI-nya untuk mengetahui informasi mengenai daftar peritel berikut rinciannya, volume pesanan berdasarkan produk maupun peritel, dan pemantauan harga produk sejenis yang ditawarkan kompetitor.

Pendekatan Implementasi BI

Dalam membangun dan mengimplementasikan BI di suatu organisasi, terdapat 3 (tiga) pendekatan yang bisa digunakan. Masing-masing dari pendekatan tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan, dimana pilihan dari strategi tersebut berdasarkan kondisi dan kebutuhan organisasi yang akan membangun BI. Pendekatan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Top-down Approach Pendekatan top-down sangat tepat bagi suatu organisasi yang akan membangun BI dimana pada waktu yang bersamaan organisasi tersebut juga sedang m lakukan ineering) secara menyeluruh di seluruh aspek organisasi. Pada pendekatan ini, kerangka data warehouse secara menyeluruh (enterprise data warehouse) harus disusun terlebih, baru kemudian diikuti oleh data warehouse departemental (data mart).
Kelebihan dari pendekatan ini adalah :
• Pembangunan BI langsung mencakup data seluruh organisasi
• Kerangka BI lebih terstruktur, bukan gabungan dari berbagai data mart (data parsial)
• Penyimpanan data menjadi terpusat
• Kontrol informasi dapat dilakukan secara tersentralisasi

Kelemahan pendekatan ini yang harus diantisiapasi adalah :
• Waktu implementasi lebih lama
• Resiko kegagalan relative tinggi karena kerumitannya
• Membutuhkan biaya yang relative besar
b. Bottom-up Approach
Kebalikan dengan pendekatan sebelumnya, dalam pendekatan bottom-up BI yang akan disusun justru dari tingkat departemental baru kemudian diintegrasikan menjadi data warehouse organisasi secara keseluruhan. Pendekatan ini sangat tepat bagi kebutuhan suatu organisasi yang memprioritaskan pembangunan BI di suatu departemen terlebih dahulu. Kemudian setelah sukses departemen tersebut akan dilanjutkan ke deaprtemen lainnya.
Kelebihan dari pendekatan ini adalah :
• Implementasi lebih mudah untuk dikelo
• Risiko kegagalan re
• Bersifat incremental, dimana data mart yang penting dapat dijadwalkan lebih awal
• Memungkinkan anggota tim proyek untuk belajar dengan baik

Adapun kelemahan pendekatan ini yang harus diantisiapasi adalah :
• Tiap data mart merupakan departmental-view
• Memungkinkan terjadinya duplikasi data di setiap data mart di masing-masing departemen
• Data tidak konsisten dan data sulit direkonsiliasi
• Terdapat banyak interface yang sulit dikelola

c. Pratical Approach
Pendekatan ini mengkombinasikan ke-dua pendekatan sebelumnya untuk mendapatkan kelebihannya. Dalam pendekatan ini, pengembangan BI di suatu organisasi akan dimulai dengan perencanaan dan pendefinisian arsitektur kebutuhan data warehouse organisasi secara keseluruhan (standardisasi). Baru kemudian akan dilakukan serangkaian pembuatan BI pada tiap departemen yang membutuhkan.

Faktor-faktor yang Mengakibatkan Kegagalan Implementasi BI

Faktor yang harus dihindari agar implementasi BI pada suatu organisasi dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Hal ini sangat penting diperhatikan karena upaya lementasi BI biasanya akan membutuhkan sumber daya (dana, waktu, tenaga) yang relatif cukup besar. Faktor-faktor tersebut adalah:

• Perencanaan yang kurang matang
Implementasi BI tidak mungkin berhasil tanpa perencanaan yang matang. Kondisi tersebut ditunjukkan dengan rendahnya konsistensi dukungan pimpinan terhadap proyek BI itu sendiri dan rendahnya tingkat kerjasama antar bagian di organisasi dalam mewujudkan BI.

• Kualitas data yang tidak/kurang baik
BI tidak akan dapat digunakan dengan baik jika data yang akan dianalisis merupakan data yang tidak/kurang baik kualitasnya. Data yang tidak sempurna akan menghasilkan informasi yang kurang baik dalam pengambilan keputusan (garbage in = garbage out concept).

• Kurangnya mengantisipasi terhadap perubahan di organisasi
Sistem BI beserta implementasinya seringkali mengalami perubahan kebutuhan dan organisasi patut mengantisipasi hal tersebut. Perubahan yang terjadi di organisasi pun juga membutuhkan antisipasi pada sistem BI yang dipakai. Untuk itu organisasi harus memperhitungkan sumber daya yang dibutuhkan.

• Pengadaan sistem BI yang one-stop shoping
Sampai dengan saat ini, belum ada sistem BI yang siap pakai (fit) untuk semua jenis organisasi yang membutuhkannya. Untuk itu pengadaan BI di suatu organisasi memerlukan suatu proses penyempurnaan yang berkelanjutan dan bukan hanya sekadar pembelian sistem yang sekali beli dapat digunakan seterusnya tanpa penyempurnaan. Kebutuhan infrasruktur seperti server dan jaringan juga harus diakomodasikan karena akan terus berkembang menyesuaikan banyaknya data yang akan disimpan.

• Pengembangan BI hanya mengandalkan tenaga outsourcing
Faktor paling krusial pada pengembangan BI di suatu organisasi adalah kejelasan bagaimana proses kerja organisasi yang bersangkutan dan dimana data-data dan informasi organisasi disimpan atau dikelola. Selain itu pemahaman yang jelas tentang tujuan dan strategi organisasi, sejarah perkembangannya, serta profil pemakainya, juga menjadi informasi yang penting. Pihak outsourcing (vendor) BI tidak mungkin mengetahui informasi yang lengkap dan detail mengenai hal-hal tersebut dengan sendirinya tanpa bantuan dari pegawai organisasi yang bersangkutan. Pihak outsourcing BI hanya bertindak sebagai tenaga yang membantu membuat sistem, tapi bentuk sistem dan kebutuhan apa saja yang diperlukan hanya organisasilah yang mengetahui dengan baik.










DAFTAR PUSTAKA

SDA Asia Online:Indonesia. Available from : www.sda-indo.com/.../psecom,id,146,nodeid,27,_language,Indonesia.html.
Iswanto K. Pemahaman tentang Business Intelligence Software (BI). Available from : www.midas-solusi.com/knowledge-space,en,detail,53,pemahaman-tentang-business-intelligence-software-(bi)
Okki M. Pusat Studi ERP Indonesia. Mengenal Business Intelligence Software (BI). Available from : www.erpweaver.com/index.php?option=com

DEPKEU RI, BAPPEPAM. Laporan Tim Studi tentang Implementasi Business Intelligence. Available from : www.bapepam.go.id/pasar_modal/.../Business_Intelligence.pdf.
Business Intelligence: Bukan Sembarang ‘Intel’ Korporat. Available from : www.ebizzasia.com/0215-2004/itc,0215,01.html.
Untoro UW. ERP: Masih Validkah Diterapkan di Perusahaan?. Available from : yanuar.kutakutik.or.id/.../erp-masih-validkah-diterapkan-di-perusahaan/
Adit279 Weblog: ERP Solusi Terpadu Sistem Informasi Perusahaan. Available from: http://adit279.com/http:/adit279.com/erp-solusi-terpadu-sistem-informasi-perusahaan.

Liliana. ERP di Indonesia. Available from: http://yuvenalia.blog.binusian.org/2009/11/23/erp-di-indonesia/.

SKA : Mengenal Business Intelegence UNPAD. Available from : http://ska.web.id/index.php?ska=detail&idDet=A0010.
Wisnudewobroto. Enterprise Resource Planning (ERP) dan Astra Honda Motor ‘ada apa dengan mereka?’. Available from : http://wisnudewobroto.com/enterprise-resource-planning-erp-dan-astra-honda-motor-ada-apa-dengan-mereka/
Jeliyani U. Keuntungan dan Kendala Impelmentasi ERP dalam Bidang Distribusi pada PT.Kalbe Farma. http://blog.unila.ac.id/udur/files/2009/06/0711011028_udurma4.pdf.

Ryant. Enterprise Resource Planning (ERP). Available from : http://blog.unila.ac.id/ryant/2009/03/08/enterprice-rosouce-planning-erp/ .

Hardiyanti A. Antara Oracle, SAP, dan CISCO. Available from: http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/09/antara-saporacledan-cisco/.

Gaspersz V. Desain Sistem Manufaktur Menggunakan ERP System:Suatu Pendekatan Praktis. Available from: http://journal.uii.ac.id/index.php/JSB/article/viewFile/1042/967.

Zeplin. Peranan Para Manajer Departemen (Key User ERP) Terhadap Kinerja Perusahaan Melalui Penerapan ERP (Studi kasus Perusahaan Manufaktur Jawa Timur). Jurnal. fportfolio.petra.ac.id/.../PERANAN%20PARA%20MANAJER%20DEPARTEMEN%20.
Linawati. ERP Infrastruktur Vital sebuah Industri. Available from : http://ikc.unimal.ac.id/populer/lina-introerp.php.

Sistem Informasi Manajemen : Ilmu Komputer. Available from :. ilmukomputer.org/category/sistem-informasi-manajemen/.
Apa itu ERP (Enterprise Resource Planning). Available from :http://www.midas-solusi.com/knowledge-space,en,detail,64,apa-itu-erp-(enterprise-resource-planning).
Gambaran Umum ERP. Available from : http://punchsoft.net/enterprise-resource-planning.html.
Aplikasi-aplikasi ERP. Available from : http://eorlingas.blog.com/2009/08/01/aplikasi-aplikasi-erp/.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © manajemen dan bisnis
Convert By NewBloggerTemplates Wordpress by WpThemesCreator